Case Study: Sushisuka — Dari Instagram ke Website
Sushisuka punya masalah yang menyenangkan: terlalu banyak peminat. Tapi semua bertumpu di DM Instagram — menu ditanya berulang, pesanan tercecer, dan staf kewalahan menjawab hal yang sama setiap hari.
Masalahnya
- Menu lengkap sulit dilihat calon pelanggan
- Jam buka & lokasi sering ditanyakan ulang
- Pesanan tersebar di banyak chat, mudah terlewat
Yang kami lakukan
Kami bangun website satu pintu dalam waktu kurang dari dua minggu. Fokusnya tiga: menu yang menggugah selera, informasi yang gampang ditemukan, dan jalur pesan yang jelas.
- Menu visual dengan foto dan harga, dikelola lewat CMS
- Halaman lokasi dengan Google Maps dan jam buka
- Tombol pesan yang membuka WhatsApp dengan keranjang terisi
Hasilnya
Dalam sebulan pertama, pesanan via WhatsApp naik 38% dan jauh lebih terstruktur. Staf tidak lagi menjawab pertanyaan berulang, dan tim Sushisuka bisa update menu sendiri tanpa menghubungi kami.
Sekarang pelanggan datang sudah tahu mau pesan apa. Website-nya benar-benar mengurangi beban kami.
Punya tantangan serupa? Cerita Sushisuka bisa jadi cerita bisnis Anda juga.

